FOTO BERSAMA: Peserta utusan Puskesmas berfoto bersama narasumber dalam acara Diseminasi Karhutla.

PERUBAHAN iklim secara ekstrim menuntut respon berkelanjutan terhadap ekosistem alam dan manusianya. Respon berbasis masyarakat dan tanaman hutan lokal dilakukan oleh Perkumpulan Pancur Kasih (PPK) bersama Satuan Kerja Majelis Amanat Dana Perwalian Perubahan Iklim Indonesia (ICCTF) Kementerian BAPPENAS.

Sosialisasi dan diseminasi tentang mitigasi, adaptasi Karhutla dan perubahan iklim dilaksanakan untuk para petugas kesehatan dari sejumlah puskesmas. Tujuannya untuk memperluas kepedulian dan pengetahuan masyarakat luas melalui peran petugas kesehatan dari puskesmas di Kalbar tentang Karhutla, reforestasi ekosistem gambut, lahan rawan kebakaran dan perubahan iklim.

Narasumber sosialisasi dan diseminasi adalah Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalbar, Marius Marcellus Tj, S.H., M.M dengan tema Kebijakan Penanggulangan Karhutla di Provinsi Kalbar. Narasumber lain adalah dari Tim Restorasi Gambut Provinsi Kalimantan Barat (TRG Kalbar).

Sekurangnya 15 utusan tenaga kesehatan dari sejumlah puskesmas yang mengikuti sosialisasi dan diseminasi yang dilaksanakan pertengahan Februari 2018 tersebut.

Kegiatan yang sama juga dilakukan kepada sekolah-sekolah tingkat SLTA dan SMP untuk memperluas cakupan penerima manfaat dari berbagai kegiatan-kegiatan serupa sebelumnya melalui peningkatan peran pendidik dan lembaga pendidikan. Sekolah SLTA dan SMP peserta aktif sosialisasi dan diseminasi tersebut berasal dari Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah dan Pontianak.

Meningkatkan peran media

Berdiskusi bersama dengan media cetak, televisi, radio dan media online melalui media gathering bertujuan memperluas dan meningkatkan partisipasi serta pengetahuan masyarakat luas tentang Karhutla, reforestasi ekosistem gambut, lahan rawan kebakaran dan perubahan iklim.

Serangkaian kegiatan telah dilakukan bersama 494 Kepala Keluarga anggota 17 Kelompok Tani dari 7 (tujuh) desa dari Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Ketapang, di antaranya pelatihan pertanian organik dan agroforestri untuk memulihkan ekosistem gambut dan lahan rentan kabakaran sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam pertanian organik dan agroforestri.

Koordinator kegiatan Perkumpulan Pancur Kasih, L. Tatang, mengatakan pentingnya melibatkan lembaga pendidikan, lembaga kesehatan dan peran media adalah untuk memperluas penerima manfaat kegiatan-kegiatan tersebut. “Di era digital seperti sekarang ini, peran media massa, baik televisi, media cetak, media online dan radio juga sangat penting agar semakin banyak masyarakat mendapatkan informasi mengenai apa dan bagaimana mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di daerah Kalimantan Barat ini,” pungkasnya. [* ]

Narasi: RGM.

 

Sumber: https://www.pontianakpost.co.id/perkumpulan-pancur-kasih-bersama-icctf-merespon-perubahan-iklim-dan-karhutla, 26 April 2018